Blog teknik informatika 4D universitas islam majapahit
PERKEMBANGAN SISTEM E-KTP ~ Tech Inform 4D (Teknik Informatika Majapahit)

PERKEMBANGAN SISTEM E-KTP

LAPORAN PERKEMBANGAN SISTEM E-KTP

                                 MATA KULIAH INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER



DISUSUN OLEH:

1. ARIES ADI SUSILO NIM ( 5.15.04.11.0.020 )
2. ERVINA WAHYUNINGTIYAS NIM ( 5.15.04.11.0.041 )
3. ILHAM RAHMANTOKO NIM ( 5.15.04.11.0.057 )
4. FITRI AYU LESTARI NIM ( 5.15.04.11.0.122 )


KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang Telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Sholawat serta salam tidak lupa kita junjungkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, Tauladan sejati sampai akhir zaman, Sehingga penulis atau penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perkembangan Sistem e-KTP”dengan baik danlancar tanpa hambatan yang sedikit memberatkan dalam proses pembuatannya. Terselesaikannya penulisan atau penyusunan laporan ini adalah berkat dukungan dari semua pihak, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada:
1. Google sebagai sumber pencarian data untuk laporan ini.
2. Dan Ibu Lora Khaula Amifia, S.Pd.,M.Eng.
Walaupun laporan ini masih belum sempurna,penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat dijadikan sebagai motivasi pembaca untuk menyempurnakan makalah ini.


Mojokerto, 8 Mei 2017

                                            
                                                                                                                                      
                                                                                                                                      Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................1

1.1 Latar Belakang.................................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah............................................................................................................2

1.3 Tujuan..............................................................................................................................2

1.4 Manfaat............................................................................................................................2

Bab II PEMBAHASAN....................................................................................................... 3

2.1 Gambar Blangko e-KTP dan Penjelasan.........................................................................3

2.2 Analisis............................................................................................................................4

2.2.1 Usulan Prosedur Baru..................................................................................................4

2.2.2 Model Data Terintegrasi...............................................................................................5

2.2.3 Diagram Aliran Data.....................................................................................................6

2.2.4 Perancangan Masukan.................................................................................................7

2.2.5 Perbandingan Sistem...................................................................................................9

2.2.6 Analisis Produktifitas..................................................................................................11

BAB III PENUTUP..............................................................................................................12

3.1 Simpulan.........................................................................................................................12

3.2 Saran...............................................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................14




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

          Setiap negara pasti mempunyai penduduk, karena penduduk mempunyai pengertian yaitu orang yang bertempat tinggal dalam wilayah suatu negara dan tunduk pada kekuasaan negara.Begitu pula dengan Indonesia, pasti juga mempunyai penduduk yang mendiami suatu wilayah di Indonesia.Pada mulanya penduduk Indonesia hanya terdiri dari orang-orang dari satu keturunan yang berasal dari satu nenek moyang.KTP merupakan tanda bukti identitas seseorang sebagai penduduk pada wilayah negara kesatuan Indonesia. Selain itu, KTP juga memiliki kekuatan hukum tetap.KarenaKTP juga digunakan sebagai tanda pengenal dalam berbagai permasalah hokum Sekarang pemerintah telah melakukan terobosan baru dalam bidang Sistem Administrasi Kependudukanya itu dengan mengadakan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk atau e-KTP. Sedangkan Menteri Dalam Negeri,Gamawan Fauzi menjelaskan tentang fungsi utama e- KTP di antaranya, untuk mengefektifkan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik, meningkatkan keamanan negara, mempermudah mendeteksi pelaku teror, serta memudahkan aplikasi perpajakan.

Administrasikependudukansebagaisalahsatu system bagipenduduk yang diharapkandapatmemberikanpemenuhanatashak-hakadministrasipendudukdalampelayananpubliksertamemberikanperlindungan yang berkenandenganpenerbitandokumenkependudukantanpaadanyaperlakuan yang diskriminatifmelaluiperanaktifpemerintahdanpemerintahdaerah.

Elektronik Kartu Tanda Penduduk merupakan cara baru yang dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan membangun database kependudukan secara nasional untuk memberikan indentitas kepada masyarakat dengan mengunakan sistem biometrik. Sistem biometrik yang ada didalamnya dapat terhubung kedalam satu database nasional, sehingga setiap penduduk hanya memerlukan 1 (satu) KTP yang berlaku secara nasional.

Penerapan e-KTP secaranasionalmerupakanhal yang pentingdalampenataansistemadministrasikependudukansesuaidenganamanatundang – undangnomor 23 tahun 2006 tentangadministrasikependudukan.Adapunbeberapamanfaat e-KTP yang diharapkansepertimencegahdanmenutupnyapeluangadanya KTP gandadan KTP palsu, untukmendukungterwujudnya database kependudukan yang akurat, dapatmendukungpeningkatankeamanan Negara sebagaidampakpositifdaripeluang KTP gandadan KTP palsu, mempermudahmasyarakatuntukmendapatkanpelayananuntukpengurusanberbagaiizindarilembagapemerintahan, dan NIK di e-KTP untukmenjadidasarpenerbitan SIM, NPWP, paspor.

Dari permasalahan diatas maka kami tertarik untuk melakukan pengembangansistem E-KTP Dalam Membangun Integrasi Data Kependudukan e-KTP Dengan Birokrasi Umum Lainnya Untuk Peningkatan Pelayanan Instansi Pemerintahan”. Diharapkan dengan sistem yang terintegarsi ini akan mampu meningkatkan pelayanan publik pemerintahan.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana integrasi data kependudukan dengan data database kependudukan dengan database pelayanan yang ada pada instansi pelayanan publik lainya.

1.3 Tujuan

Untuk mengembangkan integrasi data kependudukan dengan data database kependudukan dengan database pelayanan yang ada pada instansi pelayanan publik lainya, memahami pentingnya e-KTP di Indonesia, mengevaluasi pengadaan e-KTP di Indonesia ,dan dapat memberi solusi untuk keterlambatan percetakan e-ktp.

1.4 Manfaat

Manfaat disini agar dapat memudahkan masyarakat dalam kebutuhan sehari- sehari saat ingin menggunakan dalam berbagai keperluan jika antar data saling terintegrasi dalam satu kartu yaitu dalam ektp, dapat memudahkan agar tidak banyak membawa kartu dan menjadi efektif dalam penggunaan.



BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Gambar Blangko e-KTP dan Penjelasan

Chip e-KTP merupakan kartu pintar berbasis mikroprosessor dengan besaran memori 8 KB. Dengan antar muka nirkontak ( contactless) dan memiliki metoda pengamanan data berupa autentikasi antara chip dan reader/writer (anti cloning), dan kerahasiaan data (enkripsi) serta tanda tangan digital. Antar muka chip e-KTP memenuhi standar ISO 14443 A atau 14443 B. Chip menyimpan biodata, tanda tangan, pas photo, dan 2 data sidik jari dengan kualitas terbaik saat dilakukan perekaman.



Blangko merupakan kartu pintar (smart card), dimana data penduduk dapat direkam kedalam chip dan dicetak diatas permukaannya. Blangko yang digunakan dalam penerapan KTP Elektronik terdiri dari 7 layer berbahan dasar Polyethylene terephthalate Glycol (PET-G) yang berukuran 85,60 x 53,98 mm, dengan ketebalan antara 0,76 – 1 mm. Untuk mencegah berbagai macam tindak kriminal terhadap KTP Elektronik yang digunakan oleh penduduk Indonesia, diperlukan fitur keamanan tambahan pada blangko yang berguna juga untuk inisialisasi identifikasi dan verifikasi identitas.

Adapun desain fitur keamanan tersebut harus memperhatikan beberapa faktor seperti durabilitas (daya tahan) terhadap tekanan, temperatur panas dan dingin, terhadap bahan kimia tertentu, dan lain sebagainya. Fitur keamanan fisik yang diterapkan pada KTP Elektronik terdiri dari tiga (3) levels, yaitu visible, invisible dan forensic security features. Dalam rangka percepatan penerapan KTP Elektronik banyak pihak terlibat dalam produksi blangko, yang tentunya produknya telah lolos dari pengujian yang dilakukan oleh Sentra Teknologi Polimer BPPT di Puspiptek Serpong.

Proses memasukkan data ke dalam chip dan pencetakan biodata penduduk kedalam blangko dinamakan personalisasi. Personalisasi tersebut dilakukan di tempat yang dikuasai oleh Kementerian Dalam Negeri dan dinamakan Biro Personalisasis. Dalam rangka melakukan personalisasi secara teramankan, maka data dikirim dari Data Center secara terenkripsi dan prosesnya dilengkapi dengan Sistem Pengelola Kunci (Key Management System) untuk perekaman data penduduk ke dalam chip KTP elektronik. Proses penerbitan e-KTP juga didukung oleh Sistem Manajemen Kartu (Card Management System).

2.2 Analisis

2.2.1 Usulan Prosedur Baru

Secaraumum, analisadilakukanpadasegmen yang membentuk program sisteminformasitersebut, antara lain desain global, dandesain rinci. Desain global meliputitahap-tahapperancangan di ataskertasataulogikapembentuk program.Desainrinciadalahtahapperancangan yang lebihmemfokuskanpadalayout ataubentukkasarnya program yang akandibuat. Setelahanalisakhususnyapada program dibuat, perlujugadianalisaperbandingansistem lama dengansistembaru, tentangimplementasidari program yang menjadi sistem baru tersebut, sertaanalisispadaefektifitasdanproduktifitas yang diberikansetelahimplementasisistem baru.Jikastudiatauanalisa yang dilakukanmenghasilkankesimpulan yang positif, dengan kata lain implementasi sistem baru inimampumendongkrakkinerja proses secarasignifikandarisegiefektifitasdan produktifitasnya, maka sistem sudah layak untuk diterapkan lebih lanjut. Jikahasilnyasamasajaatauberbeda tipis, makasistemtidakperlu di-upgrade. Jikahasilnyajustrulebihburuk, makasebaiknyamulaimencarialternatifsistem lain yang lebihmenguntungkandanberdayaguna.

2.2.2 Model Data Terintegrasi

Model data terintegrasi adalah Pendekatan model data yang juga deskripsikan sebagai pendekatan system pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Didalam penelitian Edy Sutanta dengan judul “Model Integrasi Sistem Informasi Egov dengan Memanfaatkan Database Kependudukan Nasional” didapat usulan tentang restrukturisasi data untuk SISFONAS sebagai berikut :



Berdasarkan restrukturi data sebagai basis SISFONAS dapat di ambil model integrasi:


Pada model integrasi database penduduk ini menggunakan database sistem Client-Server,Seiring dengan perkembangan komputer yang semakin cepat dan murah, terjadi pergeseran dari arsitektur sistem terpusat ke sistem terdistribusi. Komputer pribadi (PC) terhubung via terminal ke sistem terpusat. Sistem terpusat bertindak sebagai server yang memenuhi permintaan client. Fungsionalitas databasenya terbagi atas 2 bagian yaitu front-end dan back-end. Back-end menangani struktur akses, evaluasi dan optimalisasi query, concurrency control dan recovery. Sedangkan frontend menangani tools berupa forms, report writers, dan fasilitas graphical user-interface. Interface yang menjembatani front-end dan back-end adalah SQL atau program aplikasi lainnya. Arsitektur sistem server dibagi atas server transaksi dan server data. Server transaksi menyediakan interface tempat client mengirim request dan mengirim balik hasil request tersebut ke client. Server data meng-interaksi-kan client dengan servernya dengan mengirimkan request untuk membaca dan meng-update data dalam unit seperti file. Contohnya, file server menyediakan interface file-sistem tempat client bisa membuat, mengupdate, membaca dan menghapus file.

2.2.3 Diagram AliranData

1). Diagram Nol

Sistem yang diimplementasikan untuk di indonesia memiliki diagram nol sebagai berikut:


2). Diagram Rinci

Diagram rinci merupakan penjabaran lebih detail dari diagram konteks. Di dalam diagram rinci, sebuah sistem “dibedah” untuk mengetahui lebih dalam fungsi-fungsi yang terdapat di dalamnya sehingga didapat gambaran jelastentang proses dan prosedur kerja sebuah sistem secara lebih rinci. Diagram rinci untuk sistem yang sedang dianalisaadalah seperti berikut:


2.2.4 Perancangan Masukan (Dokumentasi/formulir baru, layar masukan)

Pada formulir masukan yang terdapat pada sistem ini, bentuknya berupa form yang berisikan isian untuk data diri.Tidak seperti layaknya formulir fisik, form ini akan langsung berhubungan dengan database. Data diri karyawan akanlangsung masuk ke database setelah di-submit. Username dan password akan aktif setelah data diri berhasil masuk kedalam database.

1. Formulir Data Master

2. Formulir Biodata KTP/KK (Kependudukan)


3. FormulirPasport


4. Formulir SIM


2.2.5 Perbandingan Sistem

Analisa selanjutnya adalah mengenai perbandingan antara sistem yang berjalan saat ini dengan sistem yang diimplementasikan. Benchmarking (perbandingan berdasarkan kriteria) merupakan cara untuk menganalisa antara dua atau lebih obyek yang dipelajari untuk diperbandingkan. Kriteria atau variabel perbandingan dalam analisa ini meliputi beberapa faktor, antara lain tingkat kesulitan pemakaian, pemanfaatan waktu, pemanfaatan sumber daya baik material dan manusianya, keandalan, aksesibilitas (kemampuan jangkauan dari berbagai tempat), dan sebagainya.

Berikut adalah poin-poin yang menjadi titik perbandingan antara sistem lama dan sistem baru :

1. Sistem yang sedang berjalan
Ø Keunggulan:
a. Hemat biaya karena pengolahan data masih secara manual, meski menggunakan komputer namun belum menggunakan sistem yang terkomputerisasi.
b. Mudah dilakukan, tidak terlalu banyak membutuhkan pelatihan yang susah.
Ø Kelemahan:
a. Tingkat kesalahan dalam entry data sangat tinggi
b. Pemborosan sumber daya yang sangat signifikan pada kertas, ruang dan peralatan alat tulis lainnya,
c. Tingkat keamanan data kurang terjamin, karena tidak memiliki keterbatasan hak akses, rentan terhadap pengaruh kondisi luar yang dapat mempengaruhi fisik dari arsip, data, dan laporan, selain juga memperlama waktu dalam pencarian.

2. Sistem yang diusulkan
Ø Keunggulan:
a. Sistem yang sudah terkomputerisasi, meminimkan potensi kesalahan dalam input data,
b. Karena sudah menggunakan database sebagai media penyimpanan, maka lebih mudah dalam memasukkan data, memproses dan menghasilkan keluaran dengan cepat dan akurat,
c. Dapat diakses dari mana saja, selama masih berada di dalam lingkungan jaringan,
d. Secara signifikan mengurangi pemborosan kertas yang digunakan di dalam departemen training dalam hal penyediaan hardcopy materi pelatihan.
Ø Kelemahan:
a. Karena sudah menggunakan komputer maka dibutuhkan perawatan dan juga biaya yang ekstra.
b. Komputer dapat bermasalah, seperti kerusakan secara umum sehingga tidak dapat hidup, atau listrik padam,sehingga hal ini mengancam stabilitas data yang ada di dalamnya.
c. Karena berbasis web, maka kecepatan jaringan juga mempengaruhi kekuatan dari sistem ini. Kerusakanjaringan secara umum dapat juga mengakibatkan sistem menjadi tidak berfungsi.

2.2.6 Analisis Produktifitas
Merupakan tahapan lanjut dari analisa sistem, di mana bertujuan memeriksa sejauh mana sistem yang berjalan ini dapat mengakomodir kebutuhan klien, sekaligus kemampuannya dalam mengatasi masalah yang timbul sebelum pemakaian sistem, serta mengetahui permasalahan apa saja yang timbul selama sistem ini dijalankan. Pemakaian sistem informasi baru yang diterapkan secara signifikan mengubah proses kerja yang selama ini manualmenjadi terkomputerisasi. Di samping kualitas kerja yang membaik, secara umum telah mampu menjawab berbagai permasalahan utama khususnya mengurangi pemborosan sekaligus menaikkan moral karyawan.

1). Segi Efektifitas
Analisa segi efektifitas adalah melihat keefektifan sistem dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan pemantauan maka disimpulkan bahwa sistem yang diimplementasikan terbukti efektif dalam hal kecepatan proses kerja, keakuratan pelayanan, dan keamanan data dari perubahan fisik yang terjadi yang dapat membahayakan kelangsungan dari arsip data itu sendiri.

2). Segi Efisiensi
Analisa segi efisiensi adalah melihat apakah sistem telah bekerja secara efisien, baik itu menjawab permasalahan seputar pemanfaatan sumber daya dalam proses kerja rutin, maupun pemanfaatan sumber daya untuk mengoperasikan sistem itu sendiri.

Implementasi sistem baru ini juga terbukti secara signifikan mengurangi pemborosan pemakaian kertas di dalam departemen training, juga menghemat ruangan untuk penyimpanan arsip pelatihan, sehingga dapat digunakan untuk hal lain. Sumber daya yang dipakai juga dapat digunakan secara minim, sehingga proses kerja yang cepat, akurat, dan efisien dapat terwujud.


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Setelah melakukan pengembangan terhadap proses yang lama dan merancang proses yang baru ini maka dapat ditarik kesimpulan atas sistem pengolahan dokumen ini:

1. Dari proses pembuatan sistem ini, dapat diketahui bahwa untuk menyusun suatu informasi yang baik, tahaptahap yang perlu dilakukan adalah dengan mempelajari sistem yang ada atau yang sedang berjalan saat ini, merumuskan permasalahan yang ada, mencari alternative penyelesaian untuk masalah yang ada. Kemudian merancang suatu sistem yang dapat mengatasi masalah tersebut dan mengimplementasikan sistem yang dibuat.

2. Keakuratan dan penyimpanan data lebih terjamin karena data tersimpan secara komputerisasi dalam satu server, serta sistem keamanan data semakin baik, dengan menggunakan sistem database, serta kita akan sangat mudah untuk membuat salinan datanya atau backup datanya.

3. Penerapan sistem yang baru yang berbasis komputerisasi dengan pemrograman berbasis web akan mampu mengolah data pelatihan dengan akurat dan cepat serta dapat meminimalkan kesalahan karena human error, atau kesalahan manusia.

4. Penerapan sistem baru ini akan mampu menyelesaikan masalah utama berupa pemborosan sumber daya kertas yang selama ini terjadi.

5. Dengan perancangan sistem yang baru, penyimpanan data akan lebih aman dan efisien karena data akan disimpan secara elektronik sehingga tidak membutuhkan ruang khusus untuk penyimpanan dan keamanan data pun terjaga.

6. Dikarenakan sistem ini berbasis web, maka pemakaian pun diharapkan mudah, seperti layaknya mengoperasikan internet biasa, meski masih dalam kapasitas LAN atau intranet di dalam lingkungan perusahaan.

7. Secara berangsur telah membuat moral karyawan membaik atas kemudahan sistem kerja yang baru, terutama bila menghadapi gelombang rekrut karyawan yang baru dan membutuhkan materi pelatihan dasar, yang tentunya membutuhkan ketersediaan tenaga kerja untuk area yang membutuhkan secara cepat.


3.2 Saran

1. Untuk Pemerintah agar segera mengadakanpembelian alat card reader , karena jika sistem baru sudah terealisasi tetapi alat pembaca e ktp tidak ada sama saja tidak ada perubahan dalam pengembangan sistem karena jika sistem ektp yang baru sudah dikembangkan maka semua instansi harus mempunyai card reader agar dapat memudahkan dalam pengaksesan.

2. Untuk pengguna sebaiknya yang sudah ahli atau dilakukan pelatihan agar tidak terjadi sebuah kesalahan yang berarti , jika sistem sudah bagus tetapi user tidak bisa menggunakan dengan baik maka sistem akan tidak berjalan dengan maksimal.


DAFTAR PUSTAKA

A Definition Of E-Government.2006 The World Bank Group, Http>://Www.Worldbank.Org/Publiksector/Egov/Definition.Html.

Anggoro, B. (2013, June 4). Bagaimana Cara Membuat E-KTP. Retrieved 2014, From Bafum Anggoro Website: Https://Homeq.Wordpress.Com/Tag/Bagaimana-Cara-Membuat-E-Ktp.

CO, T. (2013). Salah Cetak, Ratusan E-KTP Dikembalikan Ke Jakarta. Jakarta: TEMPO.

Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan. (2005). Panduan Penyusunan Rencana Penduduk Pengembangan E-Government. Departemen Dalam Negeri, Jakarta

Kementrian Dalam Negeri RI, Pendataan Kependudukan, (Jakarta: Kementrian
Dalam Negeri RI, 2010).

Kependudukan, K. D., & Tanjung Pinang, P. K. (2010, December). Kartu Tanda Penduduk (KTP) Berbasis NIK Secara Nasional. Tanjung Pinang, Indonesia.

News, T. (2013). Waduh, Urus E-KTP Di Kantor Camat Biringkanaya Tak Bisa. Makasar: Tribun News.

News, T. (2013). Warga Punya Dua E-KTP Bukti Database Belum Terintegrasi. Jakarta: Tribunnews.

O’Brien, J. & Marakas, G.M. (2008).Management Informasion Systems. New York : Mcgraw-Hill Irwin.

Pengembangan E-Government”. Http://Library.Binus.Ac.Id/Collections/Ethesis_Detail/TSA-2011-0046

Satzinger, J.W., Jackson, R.B., Burd, S.D. (2010). Systems Analysis And Design In A Changing World. 5th Edition.Boston : Course Technology.

SINDO, K. (2013). 3.200 E-KTP Di Karanganyar Salah Cetak. Karanganyar: SINDO.

SINDO, K. (2013). 52.000 E-KTP Bermasalah. Muaraenim: SINDO.

SINDO, K. (2014, Januari 8). News : Jalan Panjang E-KTP. Retrieved April 2014, From Okezone Website: Http://News.Okezone.Com/Read/2014/01/08/337/923496/Jalan-Panjang-E-Ktp
Subiyanto , R. (2013). E-KTP Diklaim Gagal & Berpotensi Rugikan Negara Hingga Rp2,1 Triliun. Jakarta: Bisnis-Kti.

Widoyoko, D. (2004). Content: Mengupas Perencanaan & Pelaksanaan Proyek E-KTP. Retrieved April 11, 2014, From Indonesian Coruption Watch :

Http://Www.Antikorupsi.Org/Id/Content/Mengupas-Perencanaan-Pelaksanaan Proyek-E-Ktp-1

Http://Sisteminformasi.Blog.Binusian.Org/2014/04/12/Evaluasi-Implementasi-E-Ktp-Di-Indonesia/

Http://Rumahpengaduan.Com/Tag/Keluhan-E-Ktp/

Http://Www.Businessnews.Co.Id/Ekonomi-Bisnis/Pelayanan-Publik-Masih-Perlu- Perbaikan.Php

Http://Birokrasi.Kompasiana.Com/2013/03/30/Evaluasi-Implementasi-E-Ktp-547101.Html

Https://Plus.Google.Com/100706604951371766639/Posts/Akwvgadun99

Http://Sisteminformasi.Blog.Binusian.Org/2014/04/12/Evaluasi-Implementasi-E-Ktp-Di-Indonesia

Http://En.Wikipedia.Org/

Https://Adminduk.Wordpress.Com/2012/03/12/Database-Kependudukan-Nasional-Sebagai-Prasyarat-Untuk-Pelaksanaan-Good-Governance/

Http://Www.Ebizzasia.Com/0212-2003/Itc,0212,01.Htm

Http://Www.Kompasiana.Com/Dwikristiani/Fungsi-E-Ktp-Yang-Harus-Digalakan-Di-Indonesia_55287c03f17e619b548b4610Kebijakan E-KTP

Http://Www.E-Ktp.Com

Http://Www.Boingboing.Net/2002/11/25/Thailand.

Bakri, Marina., J.B. Soesetiyo, Evi Ratnasari, Ferry C. Putra, Harso Kurniawan. ”Single Identity Number: Satu Nomor Untuk Semua”. Warta Ekonomi. 18 November 2005.

Ebizzasiavolume II No.13 “Memilih Arsitektur Single Identity Number” Desember 2003.

Ebizzasiavolume II No.14 “Susahnya Satu Nusa Satu Nomor ” Februari 2004.

Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. “Laporan Hasil Kunjungan Kerja Dan Lokakarya Tentang Sistem Administrasi Kependudukan Dan Pelayanan Kartu Tanda Penduduk Republik Federasi Jerman“. 2001

Silberschat, Abraham., Et.Al. Database System Concepts, 4th Ed. Mcgraw Hill (2002).Selengkapnya : Http://Www.Kompasiana.Com/Gun4w4n/Fungsi-Ektp-Seharusnya-Bisa-Lebih Canggih_54f425657455137a2b6c881b

Bakri, Marina., J.B. Soesetiyo, Evi Ratnasari, Ferry C. Putra, Harso Kurniawan. ”Single Identity Number: Satu Nomor Untuk Semua”. Warta Ekonomi. 18 November 2005.

Hasibuan, Zainal A. Dkk. 2006. Database Kependudukan Nasional Sebagai Prasyarat Untuk Pelaksanaan Good Governance. Paper Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Bandung.

Nomor Induk Kependudukan Http://Www.Kemendagri.Go.Id/Article/2010/02/2009 /Nomor- Induk-Kependudukan Diposkan Oleh Eva Ahsanti Di 20.54

Sumber: Pusat Teknologi Informasi Dan Komunikasi BPPT

http://teknosi.fti.unand.ac.id/index.php/./47
Share:

0 komentar:

Post a Comment

tulisan mengikuti

lagu

Wavy Tail
Powered by Blogger.