Blog teknik informatika 4D universitas islam majapahit
Virtual Reality ~ Tech Inform 4D (Teknik Informatika Majapahit)

Virtual Reality

MAKALAH INTERAKSI MANUSIA DENGAN KOMPUTER

TENTANG KECANGGIHAN VR (Virtual Reality)







Yang diampu oleh : 

LORA KHAULA AMIFIA, S.Pd., M.Eng



DISUSUN OLEH:

1. ARYANANDA : 5.15.04.11.0.021

2. M.JUNAEDI FIRMANSYAH :5.15.04.11.0.063

3. EDI SUROSO :5.15.04.11.0.0--

4. IKHWAN ADIYATMA :5.15.04.11.0.056





KATA PENGANTAR



Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik serta hidayahNya, sehingga Makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada dosen, dan teman-teman yang telah membantu dalam proses penulisan makalah ini.



Kami menyadari sepenuhnya bahwa terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun dari pembaca sangat diharapkan.

Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, mahasiswa, peneliti untuk masa yang datang.




Mojokerto, 28 Mei 2017





Penulis







DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR............................................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 . Latar Belakang...................................................................................................................1

1.2. Rumusan Masalah...............................................................................................................1

1.3. Tujuan.................................................................................................................................1

1.4 Manfaat Penulisan...............................................................................................................2



BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Virtual Reality.................................................................................................3

2.2. Pengembangan Virtual Reality...........................................................................................4

2.3. Manfaat dan tujuan pengembangan Virtual Reality….......................................................4



BAB III ANALISIS

3.1. Masalah-masalah di Virtual Reality……............................................................................7

3.2. Solusi dari masalah-masalah VR.........................................................................................7

3.3.Dampak Positif dan Negatif dari penggunaan VR dalam kehidupan………..................... 8



BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan……………………………..............................................................................8

4.2. Saran……..……………………………..............................................................................8

Daftar Pustaka.........................................................................................................................9



BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Belakangan ditemukan teknologi baru yang disebut Virtual Reality, teknologi ini memungkinkan user melakukan simulasi terhadap suatu objek nyata dengan menggunakan komputer yang mampu membangkitkan suasana tiga dimensi(3-D) sehingga pemakai seolah-olah terlihat secara fisik. Virtual Reality merupakan salah satu buah karya manusia yang paling besar pengaruhnya dalam proses perancangan teknologi. VR (Virtual Reality) merupakan cara baru dalam komunikasi manusia dengan mesin dalam hal ini komputer (human-computer interface technology). Unsur penting dalam VR adalah keterlibatan secara total segenap inderawi manusia dalam proses desain seperti melihat, merasakan, memegang dan mendengar. Semua itu disimulasikan dalam satu perangkat terintegrasi yang berjalan secara real time. Virtual Reality tidak hanya dapat diimplementasikan dalam game, teknologi ini dapat di implementasikan dalam berbagai macam bidang seperti arsitek, pekerja medis, simulasi penerbangan untuk pilot bahkan dapat digunakan dalam bidang militer.



1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan Virtual Reality?

2. Bagaimana sejarah Virtual Reality?

3. Bagaimana cara kerja Virtual Reality?

4. Bagimana anatomi Virtual Reality?

5. Apakah kelebihan dan kekurangan Virtual Reality?



1.3 Tujuan

Tujuan mempelajari Virtual Reality agar kita lebih banyak tahu tentang perkembangan teknologi Virtual Reality yang sedang berkembang di Indonesia, mengetahui kegunaan dan dapat mempelajari sistem Virtual Reality di Indonesia. Virtual Reality sebagai penerapan IT dimasyarakat yang bertujuan untuk membuat proses kerja dalam kemajuan teknologi menjadi lebih sederhana, lebih akurat, responsive dan membentuk dunia 3D dalam Virtual Reality. Dengan Virtual Reality memungkinkan masyarakat luas dapat menerapkan kemajuan teknologi dibidang 3D.



1.4 Manfaat Penulisan

Makalah ini dibuat untuk dapat mengetahui bagaimana sistem Virtual Reality tersebut, dan dapat diakses lebih banyak orang dengan lebih responsif, produktif, efektif dan efisien.



BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Virtual Reality

Virtual reality (VR) atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.



2.2 Pengembangan Virtual Reality

Dari kekurangan-kekurangan yang disebutkan diatas, kelompok kami akan menjelaskan beberapa fungsi dan alat yang bisa ditambahkan untuk pengembangan Virtual Reality, antara lain:

1. Secara langsung terkoneksi dengan Wireless

Di alat Virtual Reality, dibutuhkan perangkat tambahan berupa smartphone android/iOS yang dimasukkan secara manual lewat smartphone yang dimasukkan di samping kaca VR. Ini mengakibatkan posisi perangkat SmartPhone sangat dekat dengan tubuh terutama bagian kepala dan mata sehingga sinyal radiasi semakin dekat. Selain itu juga, ini mengakibatkan kepala kelelahan, Maka dari itu untuk pengembangan selanjutnya bisa menggunakan teknologi wireless berupa bluetooth, sehingga kita mendapat dua keuntungan, yaitu: pertama kepala tidak menahan beban yang terlalu berat, sehingga mengurangi tingkat kelelahan. Kedua dengan teknologi wireless Bluetooth, jarak perangkat smartphone dengan tubuh semakin jauh sehingga tingkat radiasi bisa diredam.



2. Dari segi bentuknya virtual reality terkesan besar karena cara penggunaannya memasukkan hp kedalamnya. Untuk itu seharunya pembuatan VR lebih kecil karena dapat mengurangi bobot VR itu sendiri dan akan menambah kesan alat ini lebih cantik.

3. Untuk pengaturan Lensa kurang akurat sebaiknya dibuat VR yang lebih bagus pengaturan Lensanya agar dapat memaksimalkan dalam penggunaan VR karena setiap orang memiliki titik fokus lensa mata yang berbeda, yang mengakibatkan pandangan pengguna ke dalam VR berbeda ada yang jelas ada yang kurang jelas. Oleh karena itu perlu dilakukan perubahan terhadap VR yang dapat focus secara otomatis ke titik focus pengguna.

4. Harus dikoneksikan dengan aplikasi, penggunaan VR harus menggunakan aplikasi contohnya VR SE pada android. Kegunaan VRSE adalah merubah tampilan android menjadi 2 layar yang akan terkoneksi dengan VR untuk memunculkan efek 3dnya. Seharusnya dalam penjualan VR sudah disediakan aplikasi sendiri agar kita tidak mendownloadnya di google play.

5. Kekurangan lain terhadap VR adalah hp yang digunakan harus support beberapa sensor gerak, sensor arah, sensor proxy mility dan lain lain, untuk menunjang pergerakan game atau video yang berbasis VR agar terlihat nyata.

6. Seharusnya sudah ada setelan otomatis untuk mengatur suara atau pilihan menu kedalam android yang berada didalam VR melalui jaringan nirkabel atau tombol VR secara wireless.

7. Tali VR kurang kuat, Seharusnya pengaman VR didesain lebih canggih agar tidak seperti tali biasa, dan diharapkan pengamanan itu yang lebih utama, karena tidak untuk mendukung keamanan Vr sendiri, seperti helm yang pasti tidak khawatir VR tersebut jatuh.

8. Speaker juga salah satu vitur yang dibutuhkan pada VR. Disini dapat juga ditambahkan dengan Headphone/Earphone. Sehingga kita langsung mendengarkan suara dan mengatur tinggi rendahnya volume yang kita inginkan.



2.3 Manfaat dan Tujuan Pengembangan Virtual Reality

Tujuan pengembangan VR adalah pertama, untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis 3D elektronik untuk membantu mengembangkan program dalam dunia 3D (simulasi).

Melalui pengembangan VR dilakukan penataan sistem yang erat dalam penglihatan manusia. Pemanfaatan VR tersebut mencakup beberapa aktifitas atau pengembangan dunia teknologi

a. Pengolahan grafis, pengelolaan dimensi, sistem aplikasi dan proses kerja secara teknologi.

b. Pemanfaatan kemajuan teknologi untuk penghematan biaya pemerintah dalam pembangunan mode virtual (pembangunan gedung secara virtual, untuk menggantikan miniature, untuk pemodelan daerah wisata secara secara virtual / 3D, membantu kepolisian untuk melakukan tes kendaraan dalam pembuatan SIM).



Kedua, untuk melaksanakan maksud tersebut pengembangan VR
diarahkan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:

a. Pelayanan pemerintah dalam membangun simulasi kepada masyarakat didesa yang belum terjangkau teknologi yang moder n, seperti simulasi tes SIM.

b. Pembuatan tutorial pemakaian suatu alat teknologi terbaru, untuk mengurangi tingkat kesalahan pemakai contohnya, penggunaan mobil terbaru.

c. Untuk ajang promosi pemerintah dalam suatu wisata yang ada didaerahnya secara pemodelan 3D agar wisatawan yang belum pernah berkunjung dapat merasakan sensasi tempat tersebut sebelum mengunjunginya.

d. Pembentukan sistem pemodelan dalam dunia kedokteran yaitu, untuk meneliti sistem otonomi manusia dalam pemodelan sebenarnya.



Adapun manfaat dari pengembangan VR adalah:

“Trailer” untuk Berkunjung ke Tempat Wisata

VR secara teori bisa mensimulasikan dirimu berkunjung ke berbagai wilayah wisata yang ada di Indonesia, namun dengan teknologi saat ini sepertinya berwisata penuh ke sebuah kota atau negara dengan VR masih terlalu sulit untuk dilakukan Agen pariwisata juga bisa memanfaatkan teknologi ini dengan menyediakan perangkat VR di kantor, sehingga kamu bisa melihat berbagai simulasi objek wisata yang akan kamu kunjungi, sampai kamar hotel yang akan kamu tinggali. Hal ini akan sangat membantu calon pembeli dalam memilih paket tur yang ada.

Simulasi Transportasi

VR bisa mensimulasikan bagaimana keadaan kita saat menggunakan transportasi contohnya, didalam mobil, pesawat, kapal selam, bus dll. Simulasi objek transportasi dapat dilihat dengan mode kecepatan, keadaan saat berkendara dan lingkungan sekitar. Adanya simulasi ini diharapkan agar calon pengguna VR untuk merasakan sensasi dalam berkendara.

Simulasi Film

VR bisa mensimulasikan bagaimana keadaan kita seperti didalam film tersebut, simulasi ini belum banyak digunakan untuk membangun suasana didalam film agar kelihatan nyata, dalam simulasi ini juga dapat mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar dapat memahami inti dari film tersebut.


Simulasi Pembentukan Karakter

Dalam simulasi ini VR dapat menampilkan model-model karakter untuk membanggun masyarakat agar menjadi lebih baik, memahami karakter bangsa yang baik dan dapat ditanamkan serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk membangun masyarakat yang adil dan beradap sesuai dengan undang-undang 1945 dan Pancasila.


Simulasi USG 


Merupakan visualisasi lebih detail dari pada gambar USG biasa. Jika pada USG biasa visualisasi berupa gambar 2D, maka pada teknologi VR ini gambar yang dihasilkan berupa objek 3D yang memiliki tingkat keakuratan gambar yang lebih jelas terutama untuk mengetahui jenis kelamin sang bayi.

Simulasi Perancangan Gedung

VR dapat menampilkan desain perancangan gedung yang bersifat 3D, fungsi ini dapat menampilkan rancangan gedung yang bersifat secara nyata. Fitur ini belum banyak dikembangkan oleh penyedia aplikasi VR. Jika aplikasi ini sudah ada akan dapat membantu para kontraktor, desainer, dan perancang (arsitek), agar dapat ditampilkan demo sebelum pembangunan. Fungsi ini dapat menghemat pembuatan miniatur.


BAB III

ANALISIS

3.1 Masalah-maasalah yang terdapat dalam VR

Dinegara Indonesia sebenarnya tidak termasuk Negara maju, oleh karena itu perkembangan VR di Indonesia belum merata. Biasanya hanya dikota-kota besar kalangan mahasiswa, peneliti belum merata dikalangan masyarakat yang lain, dengan kata lain belum banyak masyarakat yang mengenal VR.



Saat ini sebenarnya pemakaian perangkat VR masih jarang digunakan diaspek aspek pemerintahan, padahal dinegara-negara maju penggunaan teknologi VR sudah dikembangkan diberbagai aspek yang ada.

Berikut ini beberapa masalah yang ada pada VR :

1. -Bentuknya besar

2. -Berat jika dipakai

3. -Bentuknya kurang sashionable

4. -Pengaturan lensa kurang akurat

5. -Harus menambahkan aplikasi agar bisa menggunakan pada VR

6. -Jika dipakai dalam waktu lama, bisa menyebabkan mata jenuh / kepala pusing

7. -Belum diketahui lensa VR sudah ada pelindung atau belum

8. -Belum ada setelan otomatis

9. -Setelan masih manual

10. -Pencahayaan diatur sesuai cahaya luar

11. -Tali pengaman VR kurang kuat

12. -VR masih menggunakan teknologi manual

13. -Belum ada peredam radiasi dari handphone



3.2 Solusi dari masalah-masalah VR

Dari sekian banyaknya hambatan, kekurangan, dan kelemahan dari VR yang telah diketahui sebelumnya, terdapat beberapa solusi yaitu :

1. Desain dari VR sendiri itu mulai dirubah, diperkecil dan ditambahkan fitur-fiturnya

2. VR dibuat secara otomatis terutama dalam koneksi dengan smartphone

3. VR yang memiliki vitur tersendiri, tanpa terkoneksi dengan Smartphone, tetapi memiliki perangkat tersendiri, sehingga pengguna tinggal memasukkan data ke memory card



3.3 Dampak Positif dan Negatif dari penggunaan VR dalam kehidupan Manusia



Dampak positif:

1. VR dapat membantu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan menyediakan berbagai simulasi

2. Simulasi Virtual yang diberikan oleh Virtual Reality harganya jauh lebih murah daripada melakukan simulasi sungguhan.

3. Simulasi Virtual juga lebih mudah untuk dipersiapkan dan digunakan



Dampak Negatif:

Para pengguna kerap mengalami cybersickness. Penderita cybersickness akan merasakan ketegangan mata dan bahkan disertai rasa pusing. Terkadang si penderita secara psikologis masih terbawa pada suasana yang diciptakan oleh sistem VR walaupun telah kembali kedunia nyata.





BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Setelah beberapa tahun pengembangan yang berawal dari imajinasi untuk hidup di dunia maya akhirnya terwujud dengan saat ini sudah banyak digunakan VR dalam industri, personal dan militer, VR adalah sebuah teknologi yang membawa kita untk melihat dan mensimulasikan sesuatu didalam komputer, dalam VR, objek dapat dibuat objek statis maupun dinamis, kita dapat berinteraksi langsung menggunakan peralatan yang ada.

Di gunakannya VR dalam militer adalah untuk membantu angkatan bersenjata berltih prang menggunakan musuh virtual, ini akan sangat membantu dari segi finansial dan tempat yang dibutuhkan, sistem dapat selalu dimaintain dan diperbaiki, sebuah kecerdasan buatan didalamnya dapat diperbaharui seperti software pada umumnya.

Glove, headset, dan walker digunakan untuk melakukan interaksi dalam VR, dalam pengembangannya ada 3 tahapan sederhana, yaitu memodelkan dunia 3 dimensi dalam VR, menciptakan sebuah AI dalam objek 3 dimensi yang dibuat kemudian membuat control antara hardware dan software untuk dapat dilakukan interaksi virtual antara pemakai dan system. Dengan teknologi VRML dan pengembangan SIMNET dalam dunia militer diharapkan dapat membantu SDM yang dilatih untuk lebih baik dan mengembangkannya lebih lanjut.



3.2 Saran

Pengembangan Virtual Reality tidaklah murah, hal ini yang menyebabkan VR mungkin digunakan oleh orang – orang tertentu, dan banyak juga penyalahgunaan VR ini untuk hal yang negative, diharapkan teknologi ini dapat digunakan untuk hal – hal yang bermanfaat, hasil dari penggunaannya tentu akan sebanding dengan harganya, mungkin Indonesia juga sudah mulai menggunakan VR dalam militernya tapi hanya sebatas flight simulator, untuk combat simulator akan sangat membantu karena parajurit yang berlatih akan merasakan dalam kondisi yang sebenarnya.







Daftar Pustaka



http://firmanabd.blogspot.com/2012/12/multimedia-dan-virtual-reality.html

http://angga17kireina.wordpress.com/2011/09/30/makalah-virtual-reality-artificial-intellegent/

http://thetoyzareboyz.blogspot.com/2010/02/virtual-reality.html

http://gunturwidyanto.blogspot.com/2013/04/augmented-reality-virtual-reality.html

Share:

0 komentar:

Post a Comment

tulisan mengikuti

lagu

Wavy Tail
Powered by Blogger.